SIAK, (HT) — Kerusakan jalan Sungai Mandau – Perawang dan sekitarnya karena muatan Tronton dan Truk lainnya milik perusahaan yang mengangkut Buah Kelapa Sawit dan hasil Bumi lainnya.
Setelah Viral di Media, Bupati Siak, Afni Zulkifli, meninjau langsung proses perbaikan jalan sepanjang 11,8 km yang saat ini sedang dikerjakan oleh PT Arara Abadi, unit usaha dari APP Group.
Perbaikan ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini bergantung pada akses jalan tersebut untuk aktivitas ekonomi harian.
Suara Alat Berat disertai debu yang berterbangan menyambut kedatangan rombongan pejabat daerah yang hadir meninjau pekerjaan scrap jalan tersebut.
Bupati Siak Afni Z didampingi Camat Sungai Mandau, Darwis, Penghulu Kampung Sei Selodang, dan Tim Teknis Dinas PUPR Siak yang dipimpin oleh Alex.
Dari pihak perusahaan, hadir BU Head PT Arara Abadi, Terisman, bersama dua pimpinan regional APP Group, Jonrizal Lubis dan Ricky Zamora, serta Humas Distrik Rasau Kuning, Aep Mahmuddin.

Proyek scrap jalan ini tidak bersumber dari anggaran daerah, melainkan inisiatif dan bantuan langsung dari PT Arara Abadi sebagai bentuk kontribusi Sosial terhadap Masyarakat dan Memerintah.
“Pengerjaan perbaikan jalan ini berdasarkan permintaan dari pemerintah setempat. Kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar areal operasional perusahaan,” ujar Terisman.
Ia menegaskan, bantuan ini bukan hanya mendukung aksesibilitas transportasi, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi dan keselamatan masyarakat setempat.
“Kami juga aktif membantu Satgas Karhutla Riau melalui patroli darat, tim RPK, hingga heli water bombing,” tambahnya.
Dalam tinjauan tersebut, Bupati Siak menyampaikan apresiasi dan imbauan penting kepada masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada PT Arara Abadi yang sudah bantu scrap jalan ini. Ini bukan tanggung jawab mereka, tapi mereka mau bantu. Sekarang tugas kita bersama menjaga jalan ini,” katanya.
“Saya minta perusahan dan masyarakat mengurangi muatan angkutan, terutama Truk pengangkut Sawit. Jangan sampai jalan yang sudah bagus ini cepat rusak karena overload,” ujarnya tegas.
Perbaikan jalan lintas Sungai Mandau–Perawang oleh pihak swasta ini menjadi contoh kolaborasi yang patut diapresiasi.
Jalan mulus tak hanya memperlancar arus barang dan orang, tetapi juga menjadi pemantik tumbuhnya ekonomi lokal. Pemerintah daerah berharap sinergi seperti ini terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat Riau.
Pemkab Siak Agendakan Pembahasan Khusus Bersama Perusahaan

Dalam pertemuan peninjauan lokasi kerusakan jalan Sungai Mandau – Perawang, Bupati Siak menyampaikan kepada para perusahaan yang menggunakan Tronton mengangkut hasil Bumi yang menjadi faktor kerusakan jalan untuk dilakukan pertemuan pembahasan secara khusus.
“Kalau begini terus, mampus lah saya sebagai Bupati. Saya berupaya untuk tidak membangun Gedung dan Mercusuar mewah, tetapi saya ingin dalam mimpi saya, kondisi jalan di Siak mulus hitam demi kenyamanan masyarakat,” tegas Afni.
Sebelumnya diberitakan di Media, dana APBD 2024 untuk pemeliharaan jalan poros Sungai Mandau, Desa Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, diduga ada indikasi korupsi.
Pantauan awak media di lapangan berdasarkan papan proyek anggaran APBD 2024 untuk pemeliharaan jalan poros itu senilai Rp 6,5 miliar, pelaksana PT. Mekar Abadi Mandiri, Konsultan Pengawas dari PT. Kriyasa Abdi Nusantara.
Tercatat pemeliharaan berkala jalan poros Sungai Mandau, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, fisik pekerjaan diarahkan dari Simpang Pasar Sungai Mandau menuju Lubuk Jering. Hal itu patut di curigai pengalihan anggaran tidak sesuai dengan yang tertulis di papan proyek.
Informasi dari Masyarakat, pada tanggal 17 Juli 2025, kondisi jalan dari Simpang Kampung Suka Jaya menuju SPBU Sungai Mandau, terlihat berlubang, berdebu dan sulit dilewati.
“Bupati harus teliti dan mampu mencari tahu apa kelemahan dalam pelaksanaan proyek perbaikan jalan khususnya di wilayah Siak ini, termasuk menjerat perusahaan yang membuat jalan ini rusak akibat kelebihan tonase.
Kami masyarakat Siak sudah dibuat gerah selama ini akibat kerusakan jalan oleh perusahaan yang melintasi jalan itu. Perusahaan menikmati untung dari hasil Alam Siak ini, sementara kami merasakan penderitaan,” ungkap warga. Minggu, 20 Juli 2025. (**/Sul)
Editor : Red












Leave a Reply