Siak, RIAU — Sekelompok massa diduga melakukan pengeroyokan secara brutal di daerah Kampung Tengah Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sabtu, (14/2/2026).
Tiga orang dilaporkan mengalami luka serius dan ringan. Ketiga korban, yakni Tosasa Dodo Laia, Dito Pusman Buulolo, dan Sinema Zatulo Buulolo. Kini menderita luka serius.
Tosasa dilaporkan mengalami luka tusuk di Punggung kiri dan luka robek di Pipi. Sementara Dito dan Sinema mengalami luka di bagian wajah serta tangan akibat hantaman benda tumpul dan senjata tajam.
Peristiwa berdarah ini, menjadi perhatian serius Satria Andalan Forum Utama (DPP SAFU).
SAFU mengutuk keras kejadian ini karena telah mengakibatkan korban berjatuhan, meminta Polisi segera menangkap para pelaku, terutama otak pelaku nya.
“Kita kutuk keras kejadian seperti ini, seakan tidak ada gunanya hukum di Negeri ini. Seharusnya, mereka menyadari untung ruginya sebelum bertindak!,” tegas Ketua Umum DPP SAFU, Toris Lase kepada Awak Media HarianTop.com dan NadaViral.com. Ahad Minggu, (15/2/2026), Pukul 12.06 WIB.
Toris menambahkan, kalau memang ada masalah dengan para korban, seharusnya diajak bicarakan dan diselesaikan baik-baik duduk bersama, bukan mengeroyok apalagi pakai sajam dan benda tumpul lainnya.
“Kalaupun masalah tidak ada titik terangnya, ya baiknya buat Laporan Polisi bila merasa dirugikan bukan mengeroyok orang secara ramai-ramai yang bisa menjadi pemicu masalah besar, apalagi ada korban luka serius,” jelas Toris.
Kemudian, kalau memang berujung diselesaikan secara fisik, ya silahkan One by One, jangan pengecut main keroyok brutal dan ramai-ramai seperti itu, apalagi pakai sajam.
“Diharapkan kepada pihak berwajib agar ada respon nya menangani kasus seperti ini, sehingga masyarakat semakin percaya dan bersatu bersama Polri,” pungkasnya.
Saat Ini Pihak Korban Sudah Berada di Polsek Tualang, Polres Siak Melaporkan Peristiwa Ini
Terpisah, pihak dari Keluarga Korban, Yosia Hulu yang dikonfirmasi Media ini membenarkan kejadian tersebut.
“Iya, benar bang, dan saat ini kami sedang di Polsek Tualang melaporkan kejadian ini guna untuk segera ditangkap semua pihak yang terlibat dan diproses hukum,” kata Yosia, melalui telepon WhatsApp Pukul 12.07 WIB.
Yosia mengaku, bahwa semua korban merupakan Keponakannya. “Semua korban itu, Keponakan saya bang, dan kami berharap kasus ini segera diproses hukum,” harapnya.
Dikabarkan sebelumnya, insiden berdarah yang diduga telah direncanakan mengguncang Kampung Tengah Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Tiga pemuda menjadi korban pengeroyokan brutal oleh massa yang diperkirakan berjumlah lebih dari 20 orang pada Sabtu malam (14/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB malam.
Ketiga korban, yakni Tosasa Dodo Laia, Dito Pusman Buulolo, dan Sinema Zatulo Buulolo, kini menderita luka serius. Tosasa dilaporkan mengalami luka tusuk di punggung kiri dan luka robek di pipi. Sementara Dito dan Sinema mengalami luka di bagian wajah serta tangan akibat hantaman benda tumpul dan senjata tajam.
Peristiwa bermula saat ketiga korban hendak pulang ke rumah karena waktu sudah larut malam. Saat melintas di depan sebuah warung milik warga, mereka mendadak dicegat dan diserang secara membabi buta oleh sekelompok orang yang diduga rombongan dari pria berinisial SG.
“Kami tidak sempat melawan karena jumlah mereka terlalu banyak. Kami juga tidak merasa punya masalah sebelumnya dengan mereka,” ungkap salah satu korban saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).
Pemilik warung sekaligus saksi mata, Pantun Pardede, membenarkan aksi anarkis tersebut. Ia mengaku sempat mencoba melerai, namun tak berdaya menghadapi massa yang beringas.
“Benar, kejadiannya tepat di depan kedai saya. Saya coba hentikan tapi tidak sanggup karena jumlah mereka kurang lebih 20 orang. Sangat ramai sekali,” kata Pantun.
Keluarga korban dan warga setempat menduga kuat bahwa aksi pengeroyokan ini bukan perselisihan spontan, melainkan telah direncanakan sebelumnya. Indikasi ini terlihat dari jumlah pelaku yang terkumpul dalam satu waktu dan penggunaan senjata tajam dalam penyerangan tersebut.
Tak terima dengan tindakan premanisme tersebut, ketiga korban menyatakan akan segera membuat laporan resmi ke Polsek Tualang. Meski jarak tempuh menuju kantor polisi memakan waktu sekitar satu jam, mereka berkomitmen untuk menempuh jalur hukum demi keadilan.
“Kami minta aparat penegak hukum segera bertindak tegas. Pelaku harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, terutama terkait dugaan pengeroyokan berencana ini,” tegas pihak korban.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kepolisian Sektor Tualang belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai motif di balik penyerangan tersebut maupun status para terlapor. (Y/B)
Editor : RedTop










